Akhirnya Komunitas Gresik Punya EO Sendiri, Kaji Said Didapuk Ketua Umum

HEADLINE
PESERTA. Undangan lintas komunitas

Dinamika kicaumania kota Pudak Gresik kian pesat, apalagi gaco-gaco papan atas bisa dibilang mayoritas di dominasi dari Gresik. Seiring dengan pesatnya komunitas kicaumania, banyak tempat (gantangan) lomba dibangun puluhan untuk mewadahi komunitas kicaumania dalam menyalurkan hobi.

Dengan berjalannya waktu, sekitar 9 tahun lamanya, para penyelenggara lomba salah satunya H. Saidul Haq, S.H (Kaji Said) merealisasikan impian tersebut. Terlahirlah PGIG (Paguyuban Gantangan Independent Gresik).

KAJI SAID. Dalam sambutannya di depan peserta forum

Menurut pemilik gantangan Gagak Sakti yang berdiri sejak 2012 silam, lahirnya PGIG yang memiliki visi untuk mengajak seluruh komunitas, pemilik gantangan di Gresik untuk bersama-sama membangun ke depannya lewat berorganisasi.

“Visinya PGIG sendiri, karena kita berangkatnya dari pengghobi, kita tingkatkan dunia penangkaran, dengan harapan nantinya burung-burung yang dilombakan hanya dari hasil tangkaran sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dengan memperdayakan sdm yang ada,” ungkap Kaji saat jumpa pers usai acara pengukuhan pengurus PGIG di Hotel Horison, Gresik, Kamis (24/9) lalu.

PENGURUS PGIG. Bersama undanngan dan pihak BKSDA

Acara pengukuhan pengurus PGIG sendiri dimulai pukul 09.00 waktu Gresik, dihadiri sekitar 43 undangan, dan 15 simpatisan diluar undangan. Bahkan dalam acara ini, juga hadir para pejabat terkait Pemerintahan diantaranya Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Gresik, Sawendar, Kabid II BKSDA RM Widodo, Kasi Wilayah III BKSDA Prop.Jatim, Dodit Ari Guntoro, serta perwakilan Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Gresik.

Pasalnya, hampir seluruh pembicara dari pihak terkait mendukung acara ini, bahkan oleh BKSDA sendiri lewat pertemuan ini memudahkan untuk mensosialisasikan peredaran atau penangkaran satwa liar,  beserta menjelaskan regulasinya.

Dipenghujung acara, pengukuhan pengurus PGIG yang langsung diwakili Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Gresik, Suwendar yang mengukuhkan kepada Kaji Said sebagai ketua umum PGIG.

Masih berlanjut dalam jumpa pers, pria pemilik Muraibatu Erdogan,Abimanyu dan banyak lagi ini mengaku agenda pasca terbentuknya PGIG, siap melakukan gathering (pertemuan) dengan para komunitas burung di Gresik, duduk bersama dalam satu titik dengan harapan mereka memberikan masukan untuk PGIG.

Masukan tersebut diantaranya penangkaran, kontes terutama soal sistem penilaian kontes itu sendiri, sehingga dari hasil gathering akan disusun AD/ARTnya. “Bagaimana aspirasi dari para komunitas soal sistematis penilaian,” tandas mantan ketua PBI Cabang Gresik periode 2015-2019 silam.

Selain itu, Kaji Said menjelaskan setelah gathering pertama dengan para komunitas, berlanjut ke gathering kedua. Dalam gathering kedua, Kaji Said mengundang Event Organiser (EO) yang sudah ada diantaranya PBI,BnR,NZR,Ronggolawe, dengan harapan bisa mendapat bimbingan karena PGIG layaknya EO yang baru lahir yang perlu bimbingan dan masukan dari para EO yang sudah berpengalaman.Vidio Pengukuhan Pengurus PGIG bisa klik disini

 

bagikan :

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.